kerajaan islam pertama di indonesia adalah

kerajaan islam pertama di indonesia adalah

Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kesultanan Demak. Didirikan oleh Raden Patah pada abad ke-16. Muslim memerintah Jawa selama sekitar 400 tahun sebelum jatuh ke tangan penjajah Belanda pada 1800-an.

Raden Patah (1474-1518)

Islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang muslim yang berlayar dari Gujarat, India, hingga ke Nusantara. Kerajaan pertama terletak di Tuban di Jawa Timur. Kerajaan ini diyakini berdiri pada tahun 732 M. Kerajaan ini disebut Kerajaan Medang dan ibu kotanya terletak di Medang, antara Gunung Merapi dan Gunung Lawu (perbatasan Jawa Tengah).

Kerajaan Medang

Prasasti kuno Kerajaan Medang, ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan aksara Jawa kuno, ditemukan di dekat tepi Sungai Bengawan Solo, dekat Yogyakarta. Sementara beberapa sejarawan yakin bahwa prasasti ini dibuat pada tahun 907 M, yang lain tidak begitu yakin. Beberapa orang berpikir itu mungkin telah ditulis lebih awal, sekitar tahun 856 M.

Kesultanan Demak (1475-1546)

Islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang muslim yang berlayar dari Gujarat, India, hingga ke Nusantara. Kerajaan pertama terletak di Tuban di Jawa Timur. Kerajaan ini diyakini berdiri pada tahun 732 M. Kerajaan ini disebut Kerajaan Medang dan ibu kotanya terletak di Medang, antara Gunung Merapi dan Gunung Lawu (perbatasan Jawa Tengah).

kerajaan islam pertama di indonesia

Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kesultanan Demak. Didirikan oleh Raden Patah pada abad ke-16. Muslim memerintah selama sekitar 400 tahun sebelum jatuh ke tangan penjajah Belanda pada 1800-an.

Setelah Medang, Islam menyebar dengan cepat ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di sisi lain, Bali masih menolak Islam sampai sekarang, percaya bahwa agama Hindu mereka akan membuat mereka aman dari penjajah asing yang mungkin ingin mengubah mereka atau menggunakan mereka sebagai budak.

Pada abad ke-9/10, seorang pelaut Jawa bernama Abdullah ibn Qau berkeliaran di sekitar Melayu (sekarang Malaysia) dan Sumatera. Ia mencari jalur perdagangan antara Jawa dan China. Setelah dia menemukan jalur alternatif melalui Selat Malaka, dia berlayar pulang dengan banyak ide dan teknologi baru seperti: sayuran seperti wortel, bawang dan kentang; pakaian katun; panci dan wajan ; dan kayu dari Cina.

buku kronik Cina

Buku babad Cina, Chu-fan-chi karya Chou Ju-kua yang mengunjungi Jawa pada tahun 1225 M, menyebutkan sebuah tempat bernama Tan-Tan yang berpenduduk Muslim. Mereka berdagang dengan orang-orang dari daratan. Para pedagang mengenakan penutup kepala, sarung dan peci.

Pada abad ke-13 M, sebagai bagian dari kegiatan perdagangan, bangsa Arab berlayar ke Indonesia melalui Samudera Hindia. Menurut catatan sejarah, dua orang Yaman bernama Abu al-Fatuh dan saudaranya membuka sebuah kerajaan kecil di Banten.

Pada tahun 1369 M, Gajah Mada diangkat sebagai raja muda Majapahit di Blambangan di pesisir Jawa Timur setelah ia memimpin pasukan Jawa meraih kemenangan atas kerajaan pesisir Blambangan.

Kemenangan ini melahirkan konsep “Sistem Mandala” yang digunakan raja-raja Jawa untuk menguasai daerah jajahan atau negara vasalnya. Sistem ini terus berlanjut hingga penjajah Belanda mengambil alih Jawa pada abad ke – 19 Masehi . Raja dan para menterinya diberi mandat untuk mengontrol dan mengatur daerah-daerah terpencil.

Kerajaan Majapahit

Pada masa Kerajaan Majapahit, para pedagang Muslim dari Arab diizinkan bermukim di pesisir utara wilayah Jawa. Menurut Hikayat Raja Pasai (Babad Raja Pasai, seorang pangeran dari Aceh); Kerajaan Demak mengirim tiga duta besar dengan hadiah untuk Raja Hayam Wuruk (1350)

 

k

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
%d bloggers like this: